Tuesday, December 4, 2012

Ejaan itu Penting


Selain digunakan sebagai alat komunikasi secara lisan dan tulisan. Apalagi bahasa dalam bentuk tulisan  yang sangat dibutuhkan dalam berbisnis dan bernegara. Bila salah dalam menulis dan ejaan maka bisa menimbulkan masalah seperti salah paham dan salah tafsir.

Di Indonesia, masalah ejaan dan penulisan kata adalah menjadi masalah yang sering terjadi, contoh yang paling umum iklan “DI  JUAL RUMAH, tanpa perantara, hubungi 021 1234567” kata DI yang ditulis terpisah menjadi kata depan, padahal kata  DI berfungsi sebagai imbuhan “di” seharusnya ditulis serangkai dengan kata jual, di+jual menjadi DIJUAL, bukan di jual (nama kota atau tempat). Dengan demikian bahasa mnjadi benar-benar berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan benar, dengan penyampaian informasi secara tertulis yang benar, diharapkan masyarakat dapat menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur tata tertib berbahasa tulisan sehingga setiap informasi dapat disampaikan dengan baik, benar dan tepat sasaran.

Kata Dasar

Kata dasar adalah kata yang menjadi dasar bentukan kata berimbuhan. Misalnya dalam bahasa Indonesia, kata makan adalah kata dasar dari kata makanan.

Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. Misalnya:
Mereka makan tiga kali sehari.

Kata Turunan (Imbuhan)

Kata Turunan ialah kata dasar yang telah dirangkai dengan imbuhan yang disebut juga Afiks  adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata – entah di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara tiga itu – untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata dasar atau kata yang pertama.

Imbuhan digolongkan berdasarkan posisi penambahannya sebagai berikut:
1.      awalan
2.      Sisipan
3.      Akhiran
4.      konfiks
Misalnya:
baca + di = dibaca (pemenggalannya: di-ba-ca)
gigi + er = gerigi (pemenggalannya: ge-ri-gi)
baca + an = bacaan (pemenggalannya: ba-ca-an)
dibaca + kan = dibacakan
gerigi + ber = bergerigi
Morfem-morfem terikat di-, -er-, -an, -kan, dan
ber- itulah yang disebut imbuhan atau afiks.
2. Fungsi Imbuhan
Imbuhan, dalam bahasa Indonesia, berfungsi sebagai pembeda arti. Suatu kata akan berubah artinya jika mendapat imbuhan tertentu. Suatu kata juga akan berbeda artinya jika mendapat imbuhan yang berbeda.
Misalnya:
Kata dimakan ≠ memakan ≠termakan ≠ pemakan ≠ makanan, meskipun berasal dari kata dasar yang sama, yaitu makan
3. Jenis-jenis Imbuhan
Berdasarkan posisinya, imbuhan dapat dibeda-kan atas tiga jenis, yaitu:
1. Awalan atau prefiks, yang meliputi: ber-, se-, me-, di-, ter-, ke-, pe-, dan pe/’-.
2. Sisipan atau infiks, yang meliputi: -er-, -el-, dan -em-.
3. Akhiran atau sufiks, yang meliputi: -i, -kan, -an, -nya, -wan, -wati, dan -man.
Itulah pengertian, jenis dan fungsi imbuhan

Kesalahan Kata Imbuhan
  1. Kesalahan penggunaan imbuhan yang salah atau tidak tepat.
  2. Tidak menggunakan imbuhan pada kata yang memerlukan.
  3. Menggunakan imbuhan pada kata yang tidak memerlukan.
Penulisan
1.            a.            Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan bentuk dasarnya.
Misalnya:


berjalan
dipermainkan
gemetar
kemauan
lukisan
menengok
petani


b.            Imbuhan dirangkaikan dengan tanda hubung jika ditambahkan pada bentuk singkatan atau kata dasar yang bukan bahasa Indonesia.
Misalnya:


mem-PHK-kan
di-PTUN-kan
di-upgrade
me-recall


2.            Jika bentuk dasarnya berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab III, Huruf E, Butir 5.)
Misalnya:


bertepuk tangan
garis bawahi
menganak sungai
sebar luaskan


3.            Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. (Lihat juga keterangan tentang tanda hubung, Bab III, Huruf E, Butir 5.)Misalnya:


dilipatgandakan
menggarisbawahi
menyebarluaskan
penghancurleburan
pertanggungjawaban


Gabungan Kata atau Kata Majemuk adalah gabungan kata-kata yang membentuk makna baru yang salah satu katanya bukan predikat (non predikatif). Contohnya kata rumah makan yang bermakna baru yaitu restoran. Kata makan bukan sebagai predikat.

Penulisan kata majemuk
Penulisan Kata majemuk ada tiga cara, yaitu:
1.                   Penulisan terpisah
2.                   Penulisan dengan tanda hubung, dan
3.                   Penulisan serangkai

1.       Unsur unsur gabungan kata yang lazim disebut kata majemuk ditulis terpisah.
Misalnya:
duta besar
model linear
kambing hitam
orang tua
simpang empat
persegi panjang
mata pelajaran
rumah sakit umum
meja tulis
kereta api cepat luar biasa

2.       Gabungan kata yang dapat menimbulkan kesalahan pengertian dapat ditulis dengan menambahkan tanda hubung di antara unsur unsurnya untuk menegaskan pertalian unsur yangbersangkutan.
Misalnya:
anak-istri Ali
anak istri-Ali
ibu-bapak kami
ibu bapak-kami
buku-sejarah baru
buku sejarah-baru

3.       Gabungan kata yang dirasakan sudah padu benar ditulis serangkai.
Misalnya:
acapkali
darmasiswa
puspawarna
adakalanya
darmawisata
radioaktif
akhirulkalam
dukacita
saptamarga
alhamdulillah
halalbihalal
saputangan
astagfirullah
kacamata
sebagaimana
bilamana
manasuka
sukarela
bismillah
matahari
sukaria
bumiputra
padahal
syahbandar
daripada
peribahasa
waralaba


Kata Sandang

Kata si dan sang, Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
·         Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.
·         Toko itu memberikan hadiah kepada si pembeli.
·         Ibu itu membelikan sang suami sebuah laptop.
·         Siti mematuhi nasihat sang kakak.
Catatan:
Huruf awal si dan sang ditulis dengan huruf kapital jika kata-kata itu diperlakukan sebagai unsur nama diri.Misalnya:
·         Harimau itu marah sekali kepada Sang Kancil.
·         Dalam cerita itu Si Buta dari Goa Hantu berkelahi dengan musuhnya.

Partikel

Partikel lah, kah, per, pun dan tah ada yang ditulis serangkai, ada yang terpisah.

    1.        Partikel lah, kah, dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
                Misalnya:
        Bacalah buku itu baik-baik!
        Apakah yang tersirat dalam surat itu?
        Apatah gunanya bersedih hati?


    2.        Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
                Misalnya:
        Apa pun permasalahannya, dia dapat mengatasinya dengan bijaksana.
        Hendak pulang tengah malam pun sudah ada kendaraan.
        Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
        Jika Ayah membaca di teras, Adik pun membaca di tempat itu.

                Catatan:
        Partikel pun pada gabungan yang lazim dianggap padu ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.Misalnya:
        Adapun sebab sebabnya belum diketahui.
        Bagaimanapun juga, tugas itu akan diselesaikannya.
        Baik laki laki maupun perempuan ikut berdemonstrasi.
        Sekalipun belum selesai, hasil pekerjaannya dapat dijadikan pegangan.
        Walaupun sederhana, rumah itu tampak asri.

    3.        Partikel per yang berarti ‘demi’, ‘tiap’, atau ‘mulai’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
                Misalnya:
        Mereka masuk ke dalam ruang satu per satu.
        Harga kain itu Rp50.000,00 per helai.
        Pegawai negeri mendapat kenaikan gaji per 1 Januari.

Per yang ditulis serangkai
Misalnya:
seperenam belas
(1/16)
tiga perempat
(3/4)
Catatan:
(1)
Tanda hubung dapat digunakan dalam penulisan lambang bilangan dengan huruf yang dapat menimbulkan salah pengertian.
Misalnya:
20 2/3
(dua puluh dua-pertiga)
22/30
(dua-puluh-dua pertiga puluh)

Dari hasil pembahasan di atas maka kami dapat menarik kesimpulan:
1.       Kata dasar ialah kata yang menjadi dasar kata berimbuhan (kata turunan)
2.       Kata Turunan ialah kata dasar yang telah dirangkai dengan imbuhan
3.       Kata sandang adalah kata yang tidak memiliki arti tapi menjelaskan kata benda, contohnya adalah si, dan sang
4.       Kata Ulang atau reduplikasi adalah Kata jadian yang terbentuk dengan pengulangan kata.
5.    Gabungan kata (kata majemuk) adalah gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan makna baru yang ditulis terpisah atau serangkai
6.    Kata ganti adalah kata yang dipergunakan untuk menggantikan benda atau sesuatu yang dibendakan.
7.       Partikel lah, kah, per, pun dan tah ada yang ditulis serangkai, ada yang terpisah.

Sumber Bacaan


Depdiknas RI, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa,
“Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, Yrama Widya, 2009

Tuesday, June 12, 2012

Ilmu Bahasa itu Apa?


Ilmu Bahasa, ilmu yang mempelajari seluk beluk bahasa, ilmu bahasa disebut juga Linguistik, di kampus menjadi mata kuliah Linguistik Umum

Apa itu?
Linguistik adalah ilmu bahasa, atau ilmu yang mempelajari bahasa.

Linguistik berasal dari bahasa latin yaitu lingua yang artinya bahasa , sedangkan orang inggris menyebutnya linguistics.





Ilmu Linguistik dibagi-bagi
·         Tata Bahasa
  • Ilmu Maksud Sebuah Bahasa (Pragmatik)
  • Ilmu Makna sebuah bahasa sesuai kamus (Semantik) 
  • Ilmu Pembentukan Kata (morfologi)
  • Ilmu Pembentukan Kalimat (Sintaksis)
  • Ilmu Suara atau Bunyi (Fonologi)

Monday, June 11, 2012

Mahasiswa Untuk Apa?


Kuliahku bukan hanya untuk mencari ijazah atau gelar akademis, tetapi untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yang bisa aku amalkan

Kata "amalkan" yang bermakna mengerjakan atau menghasilkan karya, karya yang berguna untuk mencerahkan milyaran jiwa manusia, lewat buku dan kata-kata.

aku memohon kepada Allah, agar karyaku nanti banyak manfaatnya, juga disukai dan menghibur milyaran umat manusia


Alhamdulillah, hari ini,  Senin 11 Juni, tahun 2012 aku terdaftar sebagai mahasiswa jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia (disingkat PBSI). Sekarang aku menjadi mahasiswa yang juga sebagai guru.

Mudah-mudahan, 2-3 tahun dari sekarang aku bisa menjadi Sarjana, Master, Ahli Bahasa dan Sastra Indonesia, yang sukses mengembangkan dan berkarya yang berguna untuk Indonesia, Dunia dan Akhirat juga.

Aamiin...


Kuharap Beasiswa Prestasi

Aku akan berusaha meraih prestasi setinggi-tingginya, nilai A di semua mata kuliah jurusan PBSI, adalah nilai harapanku. aku suka dan cinta PBSI

dengan doa kepada Allah, ditambah usaha meraih prestasi, mudah-mudah aku mendapat bea siswa.

aamiin...